Tas Enceng Jogja

Tas Enceng Jogja


Enceng yang dulunya merupakan tanaman pengganggu yang agresif, sudah dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan di Jogja. Salah satu produk yang dihasilkan adalah tas. Tas berbahan baku enceng sudah diekspor ke berbagai belahan dunia. Eksportir tas enceng yang berpusat di Jogja mengirim beribu-ribu tas tiap bulannya, baik sendiri maupun bersamaan dengan produsen lain.


Model-model tas enceng bermacam-macam menurut tren, dari handbag kecil hingga shopping bag. Tentu saja enceng tidak ditampilkan apa adanya, melainkan sudah melalui proses pengeringan, pemipihan dan penjalinan. Kadang diikuti pula dengan proses pewarnaan. Ada berbagai macam bentuk penjalinan enceng, namun yang paling populer adalah berbentuk kepang. Sedangkan untuk warna, konsumen luar negeri lebih menyukai warna natural, sementara konsumen domestik punya selera beragam. Untuk menambah cantik penampilan tas tersebut, kadang pengrajin menambahkan berbagai hiasan seperti pita, scraft, sulaman dan kain aplikasi.


Di Jogja, kita bisa menemui dan memborong tas enceng berharga murah di Pasar Beringharjo lantai 3. Banyak pengrajin Jogja yang mengirimkan hasil karyanya di kios-kios tersebut. Mereka datang dari berbagai sentra kerajinan di Bantul. Dari Sleman juga ada, tapi tidak sebanyak dari Bantul. Selain di Beringharjo, tas enceng juga bisa ditemui di Kasongan meski tidak terlalu banyak. Di sepanjang Malioboro juga bisa ditemui tas tersebut dengan stok terbatas.


Ada yang bilang orang Indonesia sendiri kurang menyukai produk kerajinan lokal dan lebih menyukai produk impor tiruan. Sebenarnya tidak tepat demikian karena nyatanya pengrajin masih terus menyetok produknya di Beringharjo. Itu maknanya tas mereka laku. :D

Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.