Tudung Saji Feminim

tudung-saji

Tudung saji itu penemuan siapa ya? Yang jelas, tudung saji banyak digunakan didaerah tropis, terutama di Indonesia. Gunanya untuk melindungi makanan dari serangga yang banyak hidup di daerah tropis, terutama lalat yang dikenal sebagai pembawa penyakit.

Bentuk tudung saji sudah berevolusi sekian lama sesuai dengan ketersediaan bahan, perkembangan teknis pembuatan, kebutuhan bahkan trend. Ketika saya masih kecil dahulu, tudung saji banyak terbuat dari kayu yang berat karena rumah-rumah jaman dahulu serba terbuka dan kucing banyak berkeliaran. Dengan bahan dari kayu yang berat, diharapkan kucing tidak bisa membuka tudung saji.

Bahan tudung saji juga pernah menggunakan kawat karena kawat lebih mudah dibentuk, sedangkan kayu semakin sulit dicari. Bahkan kemudian, tudung saji terbuat dari bahan plastic cetak karena bisa menekan harga jual semurah mungkin.

Ukuran tudung saji juga berevolusi, dari besar cukup untuk menutup seluruh meja makan, menjadi berbagai ukuran. Misalnya cukup untuk menutup satu piring saja. Sedangkan bentuk rangkanya masih standar, yaitu bulat dan kotak. Sedangkan seluruh tudung saji memang sengaja dibuat tidak tertutup rapat, melainkan seperti berjaring, untuk memberi sirkulasi udara agar makanan didalamnya tidak cepat basi.

Kreatifitas kerajinan membuat tudung saji tidak sekedar sebagai penutup makanan tapi juga sebagai hiasan atau pemanis meja. Untuk itu kami membuat tudung saji cantik dengan rangka besi yang kuat dibalut dengan kasa warna-warni, lalu dipercantik dengan skirt kain tile berbagai warna kalem. Ada pula yang diberi hiasan boneka untuk memberi kesan lucu.
Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.