Potpouri

Salah satu kegemaran yang hilang sejak saya sering berpindah domisili adalah membeli atau membuat potpurri. Hiiih... berarti sudah bertahun-tahun lamanya, ya? Ketika masih tinggal di Jogja, halaman saya penuh dengan tanaman baik buah-buahan maupun tanaman hias. Salah satu favorit saya adalah tanaman lavender. Si ungu ini infonya selain mengusir nyamuk juga mengusir kecoa. Jadi yang saya lakukan adalah mengambil beberapa tangkai bunga lavender, membungkusnya dalam kain kasa, lalu menyematnya dengan pita. Potpourri sederhana ini saya gantungkan di kamar mandi sehingga juga berfungsi sebagai dekorasi.

Sebenarnya, potpourri yang bagus tidaklah sesederhana itu. Perlu kesabaran untuk membuat yang benar. Saya sendiri memilih membeli daripada membuat heheeheee.... Apalagi sekarang tinggal di luar Jawa, membeli pun tidak pernah lagi karena tidak ada yang menjualnya. Dulu di Ace Hardware ada, sekarang tidak ada lagi. Ketika saya ke Jogja, ternyata potpourri juga sudah tidak ada lagi. Mungkin ada di beberapa tempat, tapi tidak semudah menemukannya seperti dulu. Sekarang orang lebih senang menggunakan aroma terapi yang lebih praktis dan lebih wangi. Tapi bagi saya, wangi aroma terapi terlalu menyengat dan saya suka melihat kelopak-kelopak bunga kering di pojok ruangan.

Potpourri sendiri adalah campuran bunga-bunga kering dengan wewangian alami. Tujuannya memang menciptakan wewangian yang lembut. Supaya bagus, potpourri diletakkan di berbagai wadah dekoratif, seperti gelas, mangkok atau disebarkan begitu saja di meja. Potpourri asalnya dari Perancis. Di Eropa, ramuan bunga-bunga dikeringkan di musim panas, lalu diperam dalam wewangian selama musim gugur. Lama banget bikinnya ya?

Bunga yang paling banyak digunakan untuk potpourri adalah mawar, terutama yang merah. Mawar dengan kelopak utuh, selain wangi, juga bagus sekali untuk dekorasi. Ada dua cara mengeringkannya, yaitu diangin-anginkan atau dijungkirkan. Pengeringannya harus sempurna agar tidak mudah busuk. Setelah itu tambahkan wewangian esensial sesuai selera, dan simpan di wadah berbahan gelas selama beberapa hari. Ada pula yang menambahkan lemon untuk penyegar atau rempah-rempah. Setelah itu pindahkan ke wadah yang lebih bagus atau diikat saja dalam kain kasa seperti saya tadi. Potpourri yang saya buat dengan lavender tadi tentunya tidak terlalu wangi karena tidak ada tambahan wewangian.

Potpourri selain memancarkan aura feminim, juga bisa untuk menambahkan suasana romantis. Saya dulu juga menggunakan potpourri untuk tambahan isi sekaligus hiasan parcel yang berukuran kecil. Potpourri lucu juga lo untuk mengisi goodiebag ulang tahun ABG.

Hmmm sekarang jadi pengin bikin potpourri lagi nih. Aduh, cari bunga kemana ya?

Repost dari www.burselfwoman.com
Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 comments :

  1. Dimana ada yang jual potpourri di jogja? Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Adanya malah di toko macam Ace Hardaware. Untuk toko-toko oleh2 atau kerajinan malah belum nemu lagi. Dulu banyak di pameran2 di mal Malioboro stan aroma terapi. Ntar kalau nemu saya update ya. :)

    ReplyDelete

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.