Kerajinan Gambas / Oyong / Loofah

Tau gambas atau oyong, kan? Suka? Saya sendiri tidak terlalu suka oyong, tapi sesekali mencampurkannya di sayur bening bersama bayam. Itupun jaraaang banget. Setahun dua kali mungkin. Heheee....

Jaman duluuu banget, tahunnya lupa tapi Ladaka belum ada, saya dan teman-teman menyiapkan aneka produk kerajinan untuk pameran. Karena kebanyakan produk kami home accesories yang maskulin, diputuskan untuk menyisipkan dekorasi rumah yang tampilannya sedikit feminim tapi tidak sampai melambai, hahaayy.... Karena pameran tersebut untuk produk ekspor, kami tidak boleh memilih sembarang produk, melainkan harus memiliki kesinambungan tema. Saat itu saudara saya memutuskan untuk mengambil tema gambas. Whaaattt? Gambaaas?

Besoknya, teman saya membawa contoh hiasan gambas. Saya tak percaya. Gambas yang dalamnya sangat lembek dan luarnya sangat keras itu berubah menjadi rongga-rongga keras. Gambas tersebut ditaruh diujung bambu cendani yang langsing dan panjang sehingga gambas tersebut menyerupai bunga jagung. Dengan memasukkan beberapa batang ke dalam vas-vas kayu yang besar, gambas tersebut menjelma menjadi dekorasi rumah yang klasik dan elegan. Selain itu, teman saya menjadikan gambar yang telah berubah warna-warni menjadi penutup pinggiran figura foto. Sayang, jaman itu kamera hp belum banyak dan saya bukan bagian dokumentasi, jadi tidak menyimpan foto-foto tersebut.

Jika teman-teman pergi ke hotel berbintang atau ke beauty shop yang peduli dengan lingkungan, akan melihat peralatan mandi yang tampak asing dan bernampilan natural. Teman-teman mungkin tidak banyak yang tahu bahwa itu juga berasal dari gambas atau oyong. Dalam percakapan diantara beautician, benda-benda itu disebut sebagai loofah. Saya sempat bingung, loofah itu apa? Setelah ngecek ke wikipedia.com, baru taulah saya yang dimaksud dengan loofah itu adalah gambas alias oyong. Loofah berasal dari kata luffa, buah yang satu marga dengan ketimun, yang berasal dan Vietnam.

Ditengah makin maraknya produk kosmetik yang eco-friendly, penggunaan bahan gambas kembali digemari melalui perangkat mandi dan kamar eksklusif. Dibandingkan sebagai interior, perangkat mandi dan kamar lebih populer karena lebih mudah diaplikasikan. Gambas antara lain dibuat menjadi spon mandi, pengering punggung, hingga sandal kamar. Jika rusak atau tak lagi digunakan, bahan ini mudah dimusnahkan dan mudah digantikan dengan tanaman baru, sehingga tidak mengganggu ekosistem. Nggak yangka ya, gambas yang seperti itu bisa dibuat bermacam-macam kerajinan. ^_^

Repost dari www.burselfwoman.com
Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.