Gerabah Dan Keramik

Keduanya memiliki definisi yang hampir sama, yaitu tanah liat yang dibentuk lalu dibakar. Gerabah umumnya menampilkan warna-warna natural, walaupun akhir-akhir ini mencoba dikembangkan dengan warna-warna yang lebih funky. Sedangkan keramik tidak hanya terbuat dari tanah liat saja tapi juga kwarsa,kaolin dan sebagainya. Keduanya memiliki struktur yang rapuh atau mudah pecah. Mayoritas gerabah diproduksi untuk interior ruangan atau eksterior bangunan. Sementara keramik bisa juga untuk berbagai alat elektronika, seperti semikonduktor, komponen turbin, bahkan genteng. Di artikel ini tentunya saya akan bercerita yang berhubungan dengan kerajinan.Sentra gerabah yang paling terkenal di Indonesia adalah Kasongan, Bantul, DIY. Meskipun di Wedi, Klaten dan di Bali juga ada. Di Kasongan, gerabah dihargai cukup murah dari Rp 1.000,- untuk souvenir sampai jutaan untuk guci besar. 1 meja dan 4 kursi taman bulat besar hanya dihargai Rp 125.000,- namun anda memang akan kepayahan membawanya sendiri menggunakan mobil. Biaya kirim juga cukup mahal karena pihak kurir akan mewajibkan palet yang sangat kuat untuk menghindari pecah selama handling. Ciri khas produk Kasongan adalah mengandalkan finishing natural ditambah aksen pemanis disana-sini. Sebagian besar berkonsentrasi pada ekterior seperti meja kursi tadi, gentong air, tempayan untuk kolam dan sebagainya. Untuk interior juga ada meskipun tidak banyak, yaitu untuk cangkir untuk the poci atau vas bunga. Di sentra Wedi, Klaten, juga hampir sama. Sedangkan untuk sentra Bali, saya belum pernah kesana sendiri, tapi menurut teman-teman, designer Bali (belum tentu orang Bali) lebih berani bereksperimen dengan warna dan bentuk.

Gerabah made in Indonesia juga banyak diminati oleh pembeli dari negara-negara lain, terutama yang memiliki ciri natural dan klasik. Namun demikian, konsumen luar Jawa lebih memilih keramik daripada gerabah.

Sentra keramik lebih banyak lagi, seperti di Dinoyo-Malang, Plered-Purwakarta, Klampok-Banjarnegara, Kiara Condong-Bandung, dan termasuk Bali. Meski design keramik lebih variatif dan berani, namun ciri klasik khas Indonesia tetap ada walaupun temanya kontemporer. Saya agak sulit menjelaskan, tapi bagi peminat kerajinan mungkin akan paham maksud saya. Jika anda memiliki penjelasan yang lebih bisa dipahami, silakan bantu saya menjelaskan. Dari design, meski designernya bukan orang Indonesia seperti yang banyak terdapat di Bali, kita bisa tahu keramik ini buatan Indonesia. Mungkin karena tanah liatnya.

Pasar keramik buatan Jawa dan Bali, khususnya untuk interior dan eksterior, kebanyakan berada di Jawa dan sekitarnya. Sedangkan untuk masyarakat luar Jawa, khususnya Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, lebih menyukai keramik impor dari Cina. Maaf, kenyataannya memang seperti itu. Buatan Cina itu meskipun murah, kualitasnya sama sekali tidak murahan. Tanah yang masih luas di luar Jawa, membuat rumah-rumah di luar Jawa besar-besar, sehingga orang-orang kaya bisa memajang guci keramik yang lebih besar dari orang dewasa sebagai prestise. Saya pikir, orang kaya di Jawa akan berpikir ulang untuk meletakkan guci sebesar itu di ruang tamu. Keramik dari Cina kebanyakan digunakan sebagai interior dan pecah belah. Selain itu, warnanya yang cerah ceria, sesuai dengan kegemaran masyarakat luar Jawa, utamanya yang dilintasi garis khatulistiwa. Hubungannya juga belum bisa saya jelaskan. Ada yang bisa bantu?

Di Batam, anda bisa mendapati toko keramik di sepanjang Nagoya dan Jodoh. Mereka melayani pengiriman keseluruh Indonesia, karena Batam menjadi dropping point keramik-keramik dari Cina. Sedangkan di Pekanbaru, anda bisa membeli di Pasar Bawah yang diperuntukkan konsumen tempatan dan wisatawan.

Keramik juga sejalan dengan kebiasaan orang Cina memasak dan menghidangkan makanan. Satu panci keramik besar beserta tutup bisa dibeli Rp 50.000,- di Jodoh, lebih murah dari panci aluminium di Jawa. Panci keramik membuat masakan lebih awet panas dan tidak cepat basi. Jika ke Sumatra, anda juga harus mencoba minum kopi (kopi-o) di kopitiam yang tersebar di ruko-ruko. Kopi saring tersebut akan dihidangkan menggunakan cangkir keramik mungil. Konon, jika anda minum dari cangkir keramik yang banyak bayangan retaknya, disebut pecah seribu, anda akan awet muda. Nyoba yuuuk….

Repost dari http://burselfwoman.com/2011/05/keramik-dan-gerabah/
Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.