Aksesoris Batu / Bead / Manik Rangkaian Sendiri

Merangkai aksesoris sendiri bisa memberi kepuasan, apalagi  selain cantik dipakai, juga bisa diberikan untuk cendera mata atau tanda persahabatan dan bisa pula bernilai ekonomi. Kerajinan ini mulai booming sekitar lima tahun lalu, meskipun sebenarnya sudah ada sejak perempuan ada dibumi ini. Kejayaan aksesoris batu dan manik waktu itu antara lain karena adanyadukungan bahan baku yang mudah didapat, buku step by step yang mudah ditemui dan menjamurnya kursus pembuatan aksesoris tersebut.Saat ini hampir diseluruh toko bahan jahit besar juga menyediakan bahan baku pembuatan aksesoris ini, dari mulai buku, tali, rantai, kawat, kodokan, tang sampai berbagai macam batu dan filler-nya berupa manik logam atau kayu. Selain di toko jahit besar, ada pula toko yang menjual khusus bahan-bahan kerajinan, bahkan khusus bahan-bahan pembuatan aksesoris. Di Jakarta, anda bisa mendapatkan surga bahan aksesoris ini di Pasar Asemka dan Mangga Dua. Saya sendiri mendapatkan bahan-bahan tersebut secara online dari beadcenter.biz.

Sulitkah membuat aksesoris ini? Untuk bisa membuat aksesoris ini hanya diperlukan ketelatenan dan kreatifitas. Ketelatenan itu mutlak harus sudah ada dalam diri anda, sementara kreatifitas bisa dipelajari dari tutorial atau buku dan dari banyak-banyak berlatih. Jika anda punya banyak waktu, banyak kursus yang bisa anda ikuti yang diadakan oleh majalah / tabloid perempuan atau yang diadakan oleh toko-toko kerajinan. Toko-toko kerajinan pada dasarnya memerlukan konsumen sebanyak-banyaknya agar dagangan mereka laku sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan melatih sebanyak-banyaknya penggemar aksesoris agar bersemangat membuat aksesoris sendiri.

Selain itu anda bisa bergabung dengan komunitas pecinta aksesoris ini di facebook maupun milis. Mereka memiliki banyak informasi tentang kursus-kursus gratis dan toko-toko penjual bahan baku dengan harga termurah. Bahkan mereka juga menginformasikan pameran-pameran tempat anda bisa menitipkan atau menjual sendiri karya anda.

Kerajinan ini cukup fleksibel, bisa dikerjakan dimana saja, misalnya sambil menunggu anak sekolah daripada menggosip. Peralatannya cukup mudah ditenteng asal rapi agar tidak berceceran dan hilang.

Bentuknya sendiri sekarang sudah berkembang sangat pesat. Dari awalnya hanya seputar kalung lalu berkembang menjadi gelang, cincin, bros, jepit dan bando. Tekniknyapun berkembang lebih unik, dari sekedar merangkai, sekarang sudah ada pula teknik wiring.

Soal harga tergantung dari teknik dan bahan. Bahan murah tapi teknik rumit, bisa membuat hasil akhirnya mahal. Teknik sederhana tapi bahan mahal, seperti batu swarovski Austria, harganya tentu saja mahal. Apalagi jika bahan mahal dan teknik rumit, harganya bisa tinggi. Seperti cincin pemberian teman saya di foto diatas. Namun kita juga bisa tinggal menyusun dalam bentuk rantai bahan yang lebih murah untuk dijual sebagai aksesoris remaja.

Kalau sudah puas, apakah bisa menjadi uang? Ah, pertanyaan umum. Tentu saja bisa, tergantung keuletan anda sendiri. Anda bisa menitipkan ke teman atau toko, bisa ditawarkan melalui blog atau fecebook, dan masih banyak lagi. Saya sendiri karena tidak punya cukup waktu, hanya bisa memimpikan suatu saat bisa membuat karya saya sendiri lagi. Sementara ini cukup bekerja sama dengan pengrajin saja. Tapi teman saya yang memberi cincin itu adalah pengusaha aksesoris yang cukup sukses di Kalimantan. Sebulan sekali teman saya itu datang ke Jakarta untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar, untuk kemudian dirangkai sendiri, lalu dijual di toko miliknya.

Terinspirasi?

Repost dari www.burselfwoman.com
Share on Google Plus

About Lusi T

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment

Maaf komentar dimoderasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.